Peninggalan Zaman Penjajahan Belanda di Kota Tua
Bangunan berwarna putih yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi ini terletak di daerah Kota Tua. Bangunan ini merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda, sehingga bangunan ini bergaya unik seperti bangunan Belanda. Terlihat banyak sekali wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Itulah Museum Fatahillah.
Museum Fatahillah, atau yang juga sering disebut dengan nama Museum Sejarah Jakarta ini terletak di Taman Fatahillah No. 1 Jakarta Barat. Museum ini sebenarnya berawal dari Museum Oud Batavia (Batavia Lama) yang beralamat di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta yang kini menjadi Museum Wayang, dan diresmikan pada tahun 1936.
Pada masa kemerdekaan, museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama dibawah naungan Lembaga Kebudayaan Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1968 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Ali Sadikin.
Adapun perbendaharaan koleksi museum ini sangat banyak, yaitu mencapai jumlah lebih dari 23.000 buah yang berasal dari warisan Museum Djakarta Lama, hasil pengadaan Pemerintah DKI Jakarta, hasil ekskavasi (penggalian arkeologi), dan sumbangan perorangan ataupun institusi.
Museum ini sangat ramai dikunjungi. Para pengunjung yang datang pun bermacam-macam dimulai dari pengunjung lokal, wisatawan domestik, hingga mancanegara. Untuk wisatawan mancanegara, kebanyakan mereka berasal dari Belanda.
Dereck adalah contoh salah satu wisatawan yang berasal dari Belanda. Ia pergi mengunjungi museum ini bersama dengan istrinya dalam rangka liburan. Mereka bisa tahu tentang museum ini yaitu dari salah satu buku tour guide Belanda yang pernah mereka baca.
Alasan mengapa mereka memilih museum ini sebagai tempat rekreasi mereka adalah karena mereka ingin melihat bangunan unik museum ini yang sama dengan bangunan-bangunan kuno yang ada di Belanda. Mereka mengaku sangat senang bisa pergi mengunjungi museum ini.
Kelebihan lain yang dimiliki museum ini adalah papan penjelasan di setiap koleksi benda yang ditulis dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Papan penjelasan dalam Bahasa Inggris ini sangat membantu para wisatawan mancanegara untuk bisa mengerti maksud dari sejarah koleksi benda tersebut.
Bagi kalian yang tertarik untuk melihat-lihat museum ini, tenang saja karena tidak perlu biaya yang mahal untuk bisa masuk ke dalam museum ini. Harga tiket masuk museum ini sangatlah murah, yaitu untuk dewasa dua ribu rupiah, mahasiswa seribu rupiah, dan pelajar enam ratus perak.
Museum ini buka dari Hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB. Sedangkan pada hari Senin dan hari-hari besar nasional museum ini tutup.
Begitu terkenalnya museum Fatahillah ini hingga sampai ke luar negeri. Maka dari itu, kita sebagai Bangsa Indonesia harus bangga dan melestarikan Museum ini. Bukan saja hanya Museum Fatahillah, tetapi kebudayaan dan sejarah Indonesia yang lainnya juga harus kita banggakan dan lestarikan.
0 komentar:
Posting Komentar